Sabtu, 14 Desember 2013

SENAM OTAK

Tahukah kamu bahwa kebanyakan orang didunia hidup dengan lebih mengandalkan otak kiri? Jumlah mereka sekitar 80%. Sebagian di antaranya memang tidak didominasi otak kiri saja, tetapi campuran antara keduanya. Sisanya, 15-20% adalah para pengguna otak kanan.


Mana yang lebih balk atau sebaliknya mana yang lebih jelek, tidak mudah dijawab, sebab masing-masing sisi memiliki fungsi yang berbeda. Otak kiri berfungsi dalam hal-hal yang berhubungan dengan logika, rasio, kemampuan menulis dan membaca, serta pusat matematika.

Apabila Anda tidak mampu untuk berkonsentrasi penuh, memiliki masalah de­ngan daya ingat atau hal lain yang terkait kinerja otak, ada baiknya Anda melakukan senam otak. Gerakannya sederhana tapi dapat memaksimalkan performa otak, karena bertujuan untuk menstimulasi, meringankan, dan sebagai relaksasi otak. Dalam buku Brain Gym karangan Dr. Paul E. Dennison, Ph.D. dan Gail E. Dennison menyatakan, senam ini adalah program pelatihan untuk otak yang dikembangkan sejak tahun 1970. Di bawah ini adalah enam gerakan dasar senam otak yang bisa Anda lakukan kapan dan di mana saja. 

Sementara otak kanan berfungsi untuk sosialisasai, komunikasi, interaksi dengan manusia lain, pengendalian emosi, kemampuan merasakan, memadukan dan ekspresi tubuh (seperti menari, menyanyi, dan melukis).

Oleh karena itu bagian otak mana yang lebih banyak digunakan seseorang dapat diketahui dari domisi kemampuan yang mereka tunjukkan dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih jelas lagi bagaimana mengetahui seseorang menggunakan sisi otak bagian mana dapat dilihat dari dominasi telinga, mata, kaki, dan tangan. Mereka yang lebih banyak menggunakan otak kiri, telinga kanannya cenderung lebih tajam, kaki dan tangannya cenderung lebih kuat dibanding tangan dan kaki kirinya. Demikian sebaliknya.

Dalam bentuk yang lain bisa juga ditandai dengan penampilan meja seseorang. Kalau secara dominan menggunakan otak kanan cirinya meja kerjanya cenderung berantakan. Meski begitu dia mengetahui dengan pasti dimana letak barang-barang yang akan dicari serta apa yang saat itu sedang dikerjakan. Sebab, mereka lebih banyak menggunakan otak kanan proses berpikirnya paralel, sedangkan pengguna otak kiri cara berpikirnya serial.

OTAK KANAN DICARI

Karena jumlah orang pengguna otak kanan jauh lebih kecil. Orang lebih suka memperkejakan pengguna otak kanan karena kreatif, lebih mudah bergaul. lebih bisa memotivasi diri dan EQ (emotional intelligence atau kecerdasan emosi)-nya lebih bagus.

Dari sinilah kemudian melahirkan senam otak (brain gym) sejak sekitar 29 tahun terakhir ini. Roger Sperry, seorang vitasiolong kedokteran berhasil membuktikan bahwa gerakan-gerakan tertentu bisa mempengaruhi otak. Dengan menerapkan terhadap anak­anak hiperaktif, ternyata gerakan-gerakan tersebut berhasil menenangkan mereka. Penemuan ini membuahkan hadiah Nobel, tahun 1981.

Dalam perkembangan selanjutnya senam otak banyak digunakan untuk bermacam-­macam kegunaan. Malah lansia yang sudah kehilangan kewaspadaan (awareness) serta refleknya, bisa dibangkitkan kembali lewat senam otak. Dengan senam otak, RAS (Reticule Activating System atau Pusat Kewaspadaan Seseorang) bisa disiagakan kembali.

Dengan latihan-latihan tertentu, RAS di batang otak disiagakan. Latihan tersebut antara lain berupa jalan merangkak dengan gerakan tangan dan kaki menyilang.

PRINSIP MENYILANG

Senam otak pada dasarnya berupaya mengaktifkan otak kiri dan otak kanan secara optimal. Prinsip senam ini adalah melakukan gerakan-gerakan menyimpang melewati bagian tengah atau yang disebut corpus callsum.

Dengan melakukan gerakan-gerakan menyilang secara teratur untuk beberapa waktu, diharapkan terjadi harmonisasi antara otak kiri dan otak kanan. Pada usia produktif, senam tersebut akan lebih mengaktifkan otak kiri dan otak kanan. Pada usia produktif, senam tersebut akan lebih mengaktifkan otak kiri dan kanan secara optimal. Tidak ada batasan usia, siapa saja boleh dibilang bisa melakukan senam otak, mulai dari anak-anak dibawah lima tahun sampai mereka yang sudah berusia lanjut.

Senam otak juga bermanfaat buat anak-anak yang kemampuan matematikanya belum optimal. Begitu pula bagi anak dengan pemahaman membaca yang kurang (tidak bisa mempersepsikan apa yang dibaca)

Gerakan Silang. Cara: Kaki dan tangan digerakkan secara berlawanan. Bisa ke depan, samping atau belakang. Mungkin untuk menambah suasana ceria, Anda bisa menyelaraskan gerakan dengan irama musik favorit Anda. Manfaat: Merangsang bagian otak yang menerima informasi (receptive) dan bagian yang mengungkapkan informasi (expressive), sehingga memudahkan proses mempelajari hal-hal baru dan meningkatkan daya ingat.

Olengan Pinggul. Cara: Duduklah di lantai. Posisi tangan di belakang, menumpu ke lantai dengan siku ditekuk. Angkat kaki sedikit lalu olengkan pinggul ke kiri dan ke kanan dengan relaks. Manfaat: Mengaktifkan otak untuk kemampuan belajar, melihat dari kiri ke kanan, kemampuan memperhatikan dan memahami.

Pengisi Energi. Cara: Ambil kursi lalu duduklah dengan nyaman. Letakkan kedua lengan bawah dan dahi Anda di atas meja. Lalu tangan ditempatkan di depan bahu dengan jari-jari menghadap sedikit ke dalam. Ketika menarik napas, rasakan napas mengalir ke garis tengah seperti pancuran energi, mengangkat dahi, tengkuk, dan terakhir punggung atas. Diafragma dan dada tetap terbuka dan bahu tetap relaks. Manfaat: Mengembalikan vitalitas otak setelah serangkaian aktivitas yang melelahkan, mengusir stres, meningkatkan konsentrasi dan perhatian, serta meningkatkan kemampuan memahami dan berpikir rasional.

Menguap Berenergi. Cara: Bukalah mulut seperti hendak menguap, lalu pijatlah otot-otot di sekitar persendian rahang Anda. Lalu menguaplah dengan bersuara untuk melemaskan otot-otot tersebut. Manfaat: Mengaktifkan otak untuk peningkatan oksigen agar otak berfungsi secara efisien dan relaks, meningkatkan perhatian dan dan penglihatan, memperbaiki komunikasi lisan dan ekspresif, serta meningkatkan kemampuan untuk memilah informasi.

Luncuran Gravitasi. Cara: Duduklah di kursi dan silangkan kaki Anda. Tundukkan badan dengan lengan ke depan bawah. Buang napas ketika turun dan ambil napas ketika naik. Lakukan dengan posisi kaki berganti-ganti. Manfaat: Mengaktifkan otak untuk rasa keseimbangan dan koordinasi, meningkatkan kemampuan mengorganisasi dan meningkatkan energi. 

Tombol Imbang. Cara: Sentuhkan dua jari ke belakang telinga (pada lekukan di belakang telinga), sementara tangan satunya lagi menyentuh pusar selama kurang lebih 30 detik. Lakukan secara bergantian. Selama melakukan gerakan ini upayakan dagu tetap relaks dan kepala dalam posisi normal menghadap ke depan. Manfaat: Mengaktifkan otak untuk tetap siap dan siaga, sekaligus untuk memusatkan perhatian, mengambil keputusan, berkonsentrasi, dan pemikiran asosiatif.

Tidak ada komentar: