Kamis, 18 Oktober 2012

Video Penganiayaan Wartawan Oleh Oknum TNI AU di Riau –


Peristiwa kecelakaan pesawat tempur yang jatuh di pemukiman warga tepatnya di desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Lokasi jatuhnya pesawat Hawk 200 yang sangat dekat dengan rumah warga ini mengakibatkan penduduk sekitar terkejut saat mendengar suara ledakan pesawat dan berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian. Pilot pesawat tempur yang diketahui bernama Reza Yuli berhasil menyelamatkan diri pada insiden ini dengan menggunakan kursi pelontar sebelum pesawat tersebut jatuh. Musibah kecelakaan jatuhnya pesawat Hawk 200 ini sedikit ternoda karena sempat terjadi aksi penganiayaan terhadap wartawan oleh seorang oknum perwira TNI-AU. Wartawan yang bernama Didik Herwanto dari harian Riau Post tersebut terjadi ketika Didik hendak mengambil gambar bangkai pesawat yang masih mengeluarkan asap. Niat Didik dihalangi oleh seorang anggota TNI-AU yang diduga Letkol Robert Simanjuntak yang berada di lokasi kejadian serta dibantu oleh anggota TNI-Au lainnya yang berseragam orange merebut kamera yang digunakan Didik untuk mengambil foto.

pesawat Hawk 200

Kasus penganiayaan berat ini telah dilaporkan Didik ke POM AU pada Kantor Satuan Polisi Militer Lanud Roesmin Nurjadin. Surat pengaduan tersebut bernomor POM-434/A/IDIK-01/X/2012/Rsn. Didik dalam keterangannya, mengaku telah menerima tindak penganiayaan oleh anggota TNI yang tengah berjaga-jaga di sekitar lokasi jatuhnya pesawat Hawk 200 milik TNI AU. "Waktu itu saya sedang melakukan peliputan dan jaraknya cukup jauh. Saya ketika itu hendak mengambil gambar bangkai pesawat," katanya. Ketika itu, kata Didik, beberapa petugas TNI yang berjaga-jaga kemudian mengejarnya hingga melepaskan beberapa pukulan bahkan hingga mencekiknya. "Beruntung saja, waktu itu ada seorang anggota TNI yang kenal saya terus melerai," katanya. Berikut rekaman video jatuhnya pesawat Hawk 200 di Riau yang disertai aksi pemukulan terhadap wartawan oleh anggota TNI-AU.


Kepala Staf Angkatan Udara Imam Sufaat membenarkan pihaknya menghalangi wartawan saat meliput kecelakaan pesawat militer jenis Hawk 200 yang jatuh di permukiman warga di Desa Pandau, Pekanbaru, Riau. "Iya, kalo untuk pesawat tempur kan bersifat rahasia ya," kata Imam di Istana Negara, Selasa (16/10). Iman menuturkan pesawat yang sedang latihan rutin tersebut kemungkinan membawa peledak yang sewaktu-waktu bisa meledak. "Nanti kalau misalnya bawa bom, nanti situ kena bomnya, sebetulnya ada kerahasiaannya juga," ujarnya.

Apa pun alasannya, apa yang terlihat dalam Video Penganiayaan Wartawan Oleh Oknum TNI AU di Riau  ini seharusnya tidak perlu terjadi. Apalagi insiden pemukulan terhadap wartawan ini terjadi ditengah tontonan warga dan pelakunya seorang oknum perwira TNI-AU yang semestinya bisa menggunakan cara yang lebih baik dan bijak dalam pengendalian situasi di lokasi kecelakan pesawat Hawk 200 tersebut.

Tidak ada komentar: